Breaking News

Trending Template

Sondag 13 Oktober 2013

Dalam Masalah Usul Qur’an & Hadits Tidak Dapat (Cukup) Dijadikan Sandaran Sebelum Menggunakan Dalil Akal



Dalam Masalah Usul Qur’an & Hadits Tidak Dapat (Cukup) Dijadikan Sandaran
Sebelum Menggunakan Dalil Akal

1)      Mengimani Ada dan Esa tuhan dan Al-Quran menyalahi tertib wujud Tuhan & Esa → Al-Quran (Fiman Al-Quran). Bukan Sebab Al-Quran → Tuhan, sebab tidak mungkin  mengimani kata-kata seseorang sebelum mengimani keberadaan  sang berkata?
2)      Pembuktian Ada & Esa Tuhan dengan Al-Quran sama dengan tidak membuktikan apa-apa.  Sebab disini anda berarti beragama dengan sesuatu yang masih perlu argumen, yaitu bahwa Al-Quran itu dari Tuhan yang Esa – Bagaimana mungkin Dia (Tuhan) saja masih belum terbukti apalagi firman-Nya ?
3)      Melazimkan seseorang mencari yang sudah ada (                       ) sebab mengimani Al-Quran berarti anda harus mengimani Kebenaran Al-Quran terlebih dahulu. Nah kalau anda mengimani Al-Quran, maka anda harus mengimaninya sebagai kitab yang datang dari-Nya sebab Al-Quran sendiri yang mengatakan. Kalau demikian halnya berarti anda telah mengimani Tuhan sebelum anda mengimani-Nya.
4)      Mencari ada Tuhan dengan Al-Quran berarti melazimkan seseorang menolak keimanannya sendiri. Sebab ketika anda berargumen dengan Al-Quran berarti anda harus yakin terhadap kebenarannya termasuk dari siapa datangnya, dengan ini berarti anda telah beriman kepada-Nya, sementara ketika anda mau berargumen berarti anda belum mengimani-Nya, sebab anda belum mengenal-Nya. Dan justru  milik itu anda berargumen, ini berarti anda belum beriman setelah anda beriman,= anda menolak sendiri keimanan anda terhadap-Nya.
5)      Katakanlah akal itu terbatas,dan karena keterbatasannya ia tidak dapat mengenal Allah. Soal : tapi bukankah  Al-Quran juga terbatas ? sebab satu-satunya wujud yang tidak terbatas hanyalah Allah, dan selain-Nya itu masuk Al-Quran adalah terbatas sebab selain-Nya adalah mahkluk-Nya.
6)      Kalau hanya dengan keterbatasan sesuatu dapat meyebabkan sesuatu tersebut tidak dapat mengenal Allah, maka Al-Quran pun tidak akan dapat mengenali-Nya.                                                                        
Mungkin anda akan bertanya, bukankah Al-Quran firman-Nya?                  
Jawab : Benar, akan tetapi apakah firman-Nya adalah Dia (Allah) ?
Bila anda jawab Ia berarti anda telah menyekutukan-Nya dan bila anda jawab. Bukan maka apa selain-Nya dapat menjangkau-Nya? Kalau anda jawab ia, berarti anda telah membatasi-Nya (Tuhan), sebab yang dijangkau yang terbatas adalah terbatas pula.
Akan tetapi kalau jawaban anda tidak bisa, maka Al-Quran pun tidak akan dapat menjangkau-Nya.
7)      Lagi pula Al-Quran yang kita pahami tidak akan lepas dari pengaruh akal kita, sebab ketika anda menggunakan Al-Quran sebagai dalih berarti anda harus memahaminya terlebih dahulu. Dan dalam memahami tentu saja anda menggunakan akal.
Dengan demikian: arti Al-Quran yang anda jadikan dalil adalah Al-Quran
yang mengikuti keterbatasan akal anda jadi : kalau akal tidak dapat mengenal Allah karena keterbatasannya , maka Al-Quran yang anda pakai pun tidak akan dapat mengenal-Nya.                   

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking

Designed By VungTauZ.Com