Breaking News

Trending Template

Sondag 02 Junie 2013

SASARAN AUDIT, BUKTI DAN KERJA AUDIT



SASARAN AUDIT, BUKTI DAN KERJA AUDIT

o   SASARAN AUDIT
Sasaran audit adalah kegiatan, aktivitas, program atau bidang-bidang organisasi yang diketahui atau diidentifikasi memerlukan perbaikan atau peningkatan dalam segi kehematan, efisiensi dan efektifitas.
Sasaran pemeriksaan harus selalu mempunyai 3 unsur pokok yaitu:
1.      Kriteria
2.      Penyebab
3.      Akibat
Oleh karena itu auditor harus menetapkan dengan layak hal-hal sebagai berikut:
1.      Tipe/kwalitas dan jumlah petugas yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan.
2.      Informasi apa yang harus dikumpulkan, bagaimana memperolehnya, dan bagai mana mengevaluasi informasi tersebut agar dapat ditentukan sasaran pemeriksaannya.
3.      Bukti apa dan berapa banyak yang harus diperoleh kesimpulan yang layak atas sasaran pemeriksaannya.
4.      Hasil apa yang diharapkan dalam rangka pembuatan laporan untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Oleh karenanya semua program audit pada tahap ini pada umumnya diarahkan kepada 4 sasaran, yaitu:
1.      Informasi latar belakang yang berhubungan dengan pemeriksaan.
2.      Hasil akhir yang diharapkan.
3.      Prosedur audit yang diperlukan untuk menyelesaikan  pekerjaan.
4.      Instruksi-instruksi khusus apabila diperlukan.
o   BUKTI AUDIT
Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung data yang disajikan dalam laporan keuangan, yang terdiri dari data akuntansi dan informasi pendukung lainnya, yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.
Dasar pembahasan bukti audit standar pekerjaan lapangan khususnya standar ketiga, mendasari pembahasan bukti auditing yang berbunyi: “bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang di audit.”
Ø  Kecukupan bukti audit
Berkaitan dengan kuantitas bukti audit. Faktor yang mempengaruhi kecukupan bukti audit, meliputi:
1.      Materialitas
2.      Resiko audit
3.      Faktor-faktor ekonomi
4.      Ukuran dan karakteristik popolasi
Ø  Kompetensi bukti audit
Kompetensi bukti audit adalah berkaitan dengan kuantitas atau mutu dari bukti-bukti tersebut. Bukti yang kompeten adalah bukti yang dapat dipercaya, sah, obyektif dan relevan. Untuk menentukan kompetensi bukti harus mempertimbangkan berbagai faktor, yaitu:
a.       Sumber bukti
b.      Relevansi bukti
c.       Obyektivitas bukti
      Tujuan meneluruh audit laporan keuangan adalah menyatakan pendapat tentang apakah laporan keuangan klien telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum atau dikenal dengan GAAP. Untuk, itu auditor harus memperoleh bahan bukti yang cukup dan kompeten sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Disamping itu pilihan akan bukti audit dipengaruhi oleh:
1.      Pemahaman auditor atas bisnis dan industry klien
2.      Perbandingan antara harapan auditor atas laporan keuangan dengan catatan klien.
3.      Keputusan tentang asersi yang material bagi laporan keuangan
4.      Keputusan tentang resiko bawaan dan resiko pengendalian
Ø  Keputusan penting tentang bukti audit menyangkut:
a.       Sifat pengujian
b.      Saat pengujian
c.       Luas pengujian
d.      Penerapan staff audit

o   PROSEDUR AUDIT
      Prosedur Audit adalah tindakan yang di lakukan atau metode dan taknik yang digunakan oleh auditor untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit.

Jenis – Jenis Prosedur Audit
• Prosedur Analitis
Terdiri dari kegiatan yang mempelajari dan membandingkan data yang memiliki hubungan.Prosedur analitis mengahsilkan bukti analitis.

• Menginspeksi
Meliputi kegiatan pemeriksaan secara teliti atau pemeriksaan secara mendalam atas dokumen catatan atau pemeriksaan fisik atas sumber-sumber berwujud. Dengan cara ini auditor dapat membuktikan keaslian suatu dokumen.
• Mengkonfirmasi
Adalah suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber independent dari luar perusahaan.

• Mengajukan pertanyaan
Hal ini bisa dilakukan secar lesan ataupun tertulis.Pertanyaan bisa dilakukan kepada sumber intern pada perusahaan klien atau pada pihak luar.

• Menghitung
Penerapan prosedur menghitung yang paling umum dilakukan adalah
1.melakukan perhitungan fisik atas barang-barang berwujud
2.menghitung dokumen bernomor tercetak
Tindaka yang pertama dimaksudkan untuk mengevaluasi bukti fisik dari jumlah yang ada di tangan sedangkan yang kedua merupakan cara untuk mengevaluasi bukti dokumen khususnya yang berkaitan dengan kelengkapan catatan akuntansi.

• Mencocokkan ke dokumen
Kegiatannya meliputi :
1. memilih ayat jurnal tertentu dalam catatan akuntansi
2. mendapatkan dan menginspeksi dokumen tanyg menjadi dasar pembuatan ayat jurnal tersebut untuk menentukan validasi dan ketelitian transaksi yang dicatat.

• Mengamati
Aktivitas ini merupakan kegiatan rutin dari suatu tipe transaksi.

• Melakukan ulang
Auditor juga bisa melakukan ulang beberapa aspek dalam proses transaksi tertentuuntuk memastikan bahwa proses yang telah dilakukan klien sesuai dengan prosedur dan kebijakan pengendalian yang telah di tetapkan.

 Penggolongan prosedur audit
• Prosedur untuk mendapatkan pemahaman
• Pengajuan pengendalian
• Pengujian subtantif

Terdiri dari:
1. prosedur analitis
2. pengujian detil transaksi
3. pengujian detil saldo-saldo

o   KERTAS KERJA AUDIT
Kertas kerja adalah catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya. Kertas kerja merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan akuntansi klien dengan laporan audit yang dihasilkan oleh auditor.
Empat tujuan terpenting pembuatan kertas kerja adalah untuk
(1) mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan
(2) menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya
(3) mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit
(4) memberikan pedoman dalam audit tahun berikutnya.

Faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan kertas kerja audit:
a.       Kertas kerja harus dibuat secara lengkap
b.      Teliti
c.       Ringkas
d.      Jelas
e.       Rapi

Jenis kertas kerja
• daftar saldo pemeriksaan
hal ini menjadi penting karena :
1. merupakan penghubung antar rekening buku besar klien dengan pos yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
2. merupakan pengontrol atas kertas kerja yang lain
3. memberi petunjuk pada kertas kerja yang mana dimuat bukti audit untuk setiap pos laporan keuangan.

• Daftar dan analisis

• Memo audit dan informasi penguat
Adalah data tertulis yang di buat auditor dalam bentuk uraian. Memo bisa berupa Komentar atas pelaksanaan prosedur audit dan kesimpulan yang di capai. Sedangkan informasi penguat terdiri dari :
1. ringkasan atau intisari notulen rapat dewan komisaris
2. jawaban konfirmasi
3. representasi tertulis dari manajemen dan ahli dari luar
4. salinan kontrak politik

• jurnal penyesuaian dan reklasifikasi
adalah koreksi atas kekeliruan, penghilangan atau kesalahan penerapan prinsip akuntansi yang dilakukan oleh klien. Jurnal reklasifikasi berkaitan dengan penyajian saldo yang benar dalam laporan keuangan secara baik.

Susunan kertas kerja audit
a.       Draf laporan pemeriksaan
b.      Audited financial statements
c.       Ringkasan informasi
d.      Program pemeriksaan
e.       Laporan keuangan atau neraca lajur yang dibuat klien
f.       Ringkasan jurnal adjustment
g.      Working trial balance
h.      Top schedule
i.        Supporting schedule
(Jangan Lupa Jempolnya/Like)

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking

Designed By VungTauZ.Com