Breaking News

Trending Template

Saterdag 28 Maart 2015

Current Value Accounting (Akuntansi Arus Nilai Saat Ini)

Current Value Accounting (Akuntansi Arus Nilai Saat Ini)
CURRENT VALUE ACCOUNTING
            CVA meliputi semua sistem untuk menghitung nilai sekarang atau perubahan dalam harga khusus mencakup current cost accounting, replacement accounting dan current exit price accounting / selling price accounting. CVA berkaitan dengan naik turunnya nilai asset tertentu bukan menurunnya daya beli sekarang,income tidak dipertimbangkan.
            Ada dua pendekatan utama dalam CVA. Pertama, current cost / replacement cost (Biaya Pengganti) yang banyak digunakan dalam asset nonmoneter yakni asset dinilai pada apa yang dikorbankan untuk menggantikannya. Kedua,current exit price / selling price / net realiable value (Biaya Penjualan) menilai asset pada tingkat harga penjualan dikurangi biaya pelengkap penjualan. CVA berakibat dalam holding gains dan kerugian saat asset nonkeuangan dinilai ulang dan lebih kompleks pengelolaannya.
Current Value : GPP Accounting
GPP dan CVA digabungkan dalam real value system.

Current Value Accounting (Akuntansi Nilai Sekarang) di Belanda
            Di Belanda, orang-orang telah menyadari adanya akuntansi nilai sekarang (current value accounting) sejak lama. Pendidikan yang ekstensif bagi para akuntan dalam ekonomi bisnis menghasilkan filosofi akuntansi yang difokuskan dengan nilai dan biaya sekarang dan dengan prinsip dan praktek ekonomi bisnis. Walaupun disana tidak diperlukan persyaratan untuk menggunakan akuntansi nilai sekarang (current value accounting), sebagai informasi utama atau tambahan, namum terdapat beberapa faktor pendukung untuk menggunakannya.
Ada dua alasan mengapa fokus pada Belanda walaupun tidak ada persyaratan untuk biaya sekarang atau akuntansi GPP yaitu :
1.   Melibatkan teori Professor Theodore Limperg, yang sering disebut sebagai Bapak teori nilai ganti karena dari hasil kerja rintisannya di Belanda tahun 1920 dan 1930. Beliau memfokuskan diri pada hubungan yang kuat antara ekonomi dan akuntansi dan percaya bahwa pendapatan tidak bisa dicari tanpa memelihara sumber pendapatan bisnis dari kelangsungan bisnis atau sudut berkelanjutan.Oleh karenanya, pendapatan merupakan fungsi penghasilan dan nilai penggantian daripada biaya historis. Dengan tambahan, Limperg mempertahankan bahwa informasi nilai sekarang akan digunakan oleh semua manajemen pembuat keputusan sebagai pemegang saham.
2.   Belanda belajar dari pengalaman pada perusahaan multinasional besar yaitu Philips, yang merupakan pelopor laporan keuangan nilai sekarang. Faktanya, Philips pertama kali menggunakan pendekatan ini tahun 1936 untuk tujuan akuntansi biaya internal dan memperkenalkannya tahun 1952 ke dalam laporan utama untuk tujuan pelaporan keuangan. Namun pada tahun 1992, perusahaan memutuskan untuk kembali pada akuntansi biaya historis dan akan memperbaiki komunikasi para pemegang saham, dengan sederhana sistem akuntansi dan prosedur-prosedurnya dipergunakan, dan lebih dekat dengan praktek akuntansi internasional.
            Meskipun begitu, Philips adalah contoh yang menarik dan berharga dari aplikasi praktek dalam nilai akuntansi sekarang. Dalam laporan keuangan nilai sekarang, Philips menggunakan nilai penggantian sekarang bersama dengan proses penyesuian untuk merefleksikan tingkat dimana ada penambahan keuntungan dari aset finansial dari pinjaman daripada modal ekuitas. Di bawah sistem akuntansi nilai sekarangnya, baik itu neraca saldo dan laporan laba rugi disesuaikan dalam kondisi tertentu nilai bisnis yang lebih rendah (atau nilai yang dapat dicapai) diambil sebagai nilai sekarang. Untuk persediaannya, nilai standar ditentukan pada awal tahun. Untuk perubahan harga, indeksnya dikembangkan oleh bagian pembelian untuk grup aktiva yang homogen dan diterapkan pada biaya standar untuk menghasilkan nilai sekarang. Indeks-indeksnya disiapkan per tiga bulan atau dua bulan dalam situasi dimana inflasinya lebih ekstrim.
            Nilai-nilai sekarang ditentukan oleh departemen pembelian untuk aktiva tetap oleh departemen permesinan untuk spesifikasi desain bagian peralatan khusus, dan oleh desain bangunan dan gedung departemen permesinan untuk bangunan.Pada kasus persediaan, indeks biasanya digunakan untuk memperbaharui nilai sekarang dari kelompok aktiva sejenis. Penambahan (atau pengurangan) dalam nilai persediaan dan aktiva tetap untuk perubahan harga tertentu dikredit (didebit) ke akun surplus revaluasi pada neraca dibandingkan ke laporan laba rugi. Akibat perubahan nilai sekarang ini ditunjukkan dalam laporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan yang lebih tinggi atau lebih rendah (sebagai hasil penambahan atau pengurangan dalam harga persediaan) dan biaya depresiasi yang lebih tinggi atau lebih rendah.
            Seperti yang ditunjukan Brink (1992), Philips cenderung untuk beberapa tahun menerapkan nilai penggantian akuntansi dalam sebuah cara yang jauh dari konservatif dan desain untuk mempertinggi keuntungan. Perlakuan pada pengurangan nilai persediaan dan proses penyesuian dalam negara yang mengalami hiperinflasi, sebagai contoh secara khusus kontroversial cukup terpisah dari kebijakan akuntansi yang berhubungan pada mata uang asing, goodwill, dan aktiva tidak berwujud dalam hal yang umum.
MASALAH DAN PROSPEK CURRENT VALUE ACCOUNTING
            Eksistensi level yang signifikan dari inflasi dan perubahan harga di banyak negara mempengaruhi kebutuhan dan kegunaan sistem akuntansi inflasi yang mungkin tetap akan menjadi subjek dari banyak kontroversi di dalam meramalkan masa depan.
            Walaupun akuntansi General Purchasing Power(daya beli umum) telah digunakan di beberapa negara Amerika Latin yang berinflasi tinggi, tidak ada contoh standar akuntansi biaya sekarang atau regulasi di Inggris dan Amerika Serikat di tingkat nasional yang selamat dari akuntansi inflasi pada pertengahan 1989. Meskipun begitu, beberapa perusahaan Eropa membuat pengungkapan nilai sekarang secara sukarela.
            Kontroversi, hal ini masih mengelilingi banyak aspek akuntansi biaya sekarang, khususnya dengan perubahan perlengkapan dan pemeliharaan pemerolehan dan kerugian pos-pos moneter. Masalah lainnya termasuk penggunaan indeks, khususnya tambahan luar negeri, dan verifikasi biaya sekarang perusahaan industri yang mengalami perubahan teknologi dengan cepat.
            Memberikan kepentingan baru dalam Current Value Accounting atau wajar, diharapkan akan ada beberapa percobaan lebih lanjut pada variasi jenis sistem akuntansi perubahan harga. Dan juga ada penilaian pertumbuhan dari lingkungan dimana pendekatan alternatif mungkin atau tidak mungkin dapat dilakukan dalam pengukuran laba dan aktiva. Kegunaan output atau harga yang menjual dalam konteks perubahan harga, khususnya dengan nilai atau properti dan investasi, juga bisa dinilai dengan lebih baik. Dan ada juga kesempatan-kesempatan menggunakan sumber informasi yang relevan seperti pada arus kas.

Ada dua pendekatan utama dalam akuntansi nilai sekarang, yaitu :
1.   Biaya Pengganti (Current Cost / Replacement Cost) yang banyak digunakan dalam aktiva non moneter yaitu aktiva dinilai pada apa yang telah dikorbankan dengan apa yang akan menggantikannya.
2.   Biaya Penjualan (Current Exit Price/ Selling Price/Net Realizable Value) yaitu menilai aktiva pada tingkat harga penjualan dikurangi biaya pelengkap penjualan Akuntansi arus nilai sekarang berakibat pada keuntungan atas kepemilikan dan kerugian saat aktiva non moneter dinilai kembali.
            Akuntansi arus nilai sekarang jelas lebih kompleks karena akuntansi ini membutuhkan gabungan antara harga sebenarnya, perkiraan, penaksiran nilai dan kelompok aktiva yang homogen.
Statement of Financial Accounting Concepts No.7:
“Menggunakan Informasi Arus Kas dan Pengukuran Akuntansi dengan Nilai Saat Ini.”
SFAC No.7 menyediakan kerangka untuk menggunakan arus kas di masayang akan datang sebagai dasar untuk pengukuran akuntansi pada saatpengakuan awal aset atau fresh-start measurement dan metode bunga untukamortisasi. Sebagai tambahan, SFAC No.7 memberikan prinsip-prinsip umumyang mengatur penggunaan present value, khususnya ketika jumlah arus kas dimasa mendatang, waktu, atau keduanya tidak pasti dan adanya pemahamanumum dari tujuan present value dalam pengukuran akuntansi. SFAC No.7 tidak mengatur permasalahan mengenai pengakuan atau menentukan kapan pengukuran fresh-start dapat dilakukan. Kejadian dan keadaan yang menyebabkan fresh-start measurement dipandang sebagai sesuatu yangberbeda antara satu situasi dengan situasi yang lain. FASB berharap untukmemutuskan apakah situasi tertentu memerlukan fresh-start measurement dengan menggunakan dasar dari proyek ke proyek.Pengukuran akuntansi merupakan topik yang sangat luas. Akibatnya,FASB memfokuskan pada rangkaian pertanyaan yang relevan denganpengukuran dan konvensi amortisasi yang menggunakan teknik present value. Pertanyaan diantaranya adalah:
1.   Apakah tujuan dari penggunaan present value dalam pengakuan awal atasaset dan kewajiban? Dan, apakah tujuan ini berbeda dengan pengukuranfresh-start berikutnya atas aset dan kewajiban?
2.   Apakah pengukuran kewajiban dengan present value berbeda dari pengukuran atas aset?
3.   Bagaimana seharusnya perkiraan arus kas dan tingkat bunga dikembangkan?
4.   Apakah tujuan dari present value ketika digunakan bersamaan denganamortisasi atas aset dan kewajiban?
5.   Bagaimana seharusnya amortisasi present value digunakan ketikaperkiraan arus kas berubah?
            FASB mengindikasikan bahwa tujuan dari pengukuran present value adalah untuk menangkap perbedaan ekonomis diantara berbagai kemungkinan arus kas di masa yang akan datang. Sebagai contoh, masing-masing aset berikut dengan arus kas mendatang sebesar $25.000 memiliki sebuah perbedaanekonomis:
A.  Sebuah aset dengan arus kas kontrak tetap dan tertentu jatuh tempodalam satu hari sebesar $25.000.
B.  Sebuah aset dengan arus kas kontrak dan tertentu jatuh tempo dalamsepuluh tahun sebesar $25.000.
C.  Sebuah aset dengan arus kas kontrak tetap dan tertentu jatuh tempodalam satu hari sebesar $25.000. Jumlah aktual yang diterima mungkinlebih kecil tetapi tidak lebih dari $25.000.
D.  Sebuah aset dengan arus kas kontrak tetap dan tertentu jatuh tempodalam sepuluh tahun sebesar $25.000. Jumlah aktual yang diterimamungkin lebih kecil tetapi tidak lebih dari $25.000.
E.   Sebuah aset dengan arus kas yang diharapkan sebesar $25.000 dalamsepuluh tahun dengan jangkauan antara $20.000 sampai $30.000.
            Aset-aset ini dibedakan satu sama lain oleh waktu dan ketidakpastian atasarus kas di masa yang akan datang. Pengukuran berdasarkan arus kas yangtidak didiskonto akan menghasilkan pencatatan atas masing-masing asetdengan jumlah yang sama. Karena secara ekonomis mereka berbeda, presentvalue yang diharapkan akan berbeda. Pengukuran present value yang secaramenyeluruh menangkap perbedaan ekonomis diantara kelima aset harus mengandung elemen-elemen berikut:
a.   Perkiraan atas arus kas di masa mendatang.
b.   Harapan atas variasi waktu untuk arus kas-arus kas tersebut.
c.   Nilai waktu uang yang diwakili oleh tingkat bunga bebas risiko.
d.   Harga untuk menanggung ketidakpastian.
e.   Lainnya, terkadang faktor-faktor termasuk likuiditas danketidaksempurnaan pasar yang tidak dapat diidentifikasi.



Dua pendekatan atas present value dibahas dalam SFAC No.7
1.   Tradisional.
Arus kas single dan tingkat bunga single seperti pada obligasi 12% yang jatuh tempo dalam sepuluh tahun. Kasus a dan b diatas adalah contoh penggunaan pendekatan tradisional.
2.   Arus kas yang diharapkan.
Jangkauan arus kas yang mungkin dengan jangkauan kemungkinan. Kasus c,d, dan e di atas adalah contoh dari pendekatan arus kas yang diharapkan.

FINANCIAL CAPITAL DAN PHISICAL CAPITAL
            Konsep capital maintenance yang selama ini banyak diperdebatkan memiliki hubungan erat dengan laba. Pengertian laba menurut Suwardjono (2006) adalah tambahan kemampuan ekonomik yang ditandai dengan kenaikan kapital dalam suatu perioda yang berasal dari kegiatan produktif dalam arti luas yang dapat dikonsumsi atau ditarik oleh entitas pengusaha/pemilik kapital tanpa mengurangi kemampuan ekonomik kapital mula-mula (awal perioda). Disini timbul suatu permasalahan karena definisi tersebut menuntut pengukuran atau penilaian kapital pada awal perioda dan akhir perioda akan tetapi tidak ada pembatasan bagaimana cara menilai kapital tersebut. Ada dua jenis pengukuran atau penilaian kapital yang selama ini diperdebatkan, yaitu financial capital maintenance (pemertahanan kapital finansial) dan physical capital maintenance (pemertahanan kapital fisis).
Financial capital maintenance
            Kapital finansial adalah klaim dipandang dari jumlah atau nilai yang melekat padanya tanpa memperhatikan wujud fisis klaim tersebut. Kalau pun berwujud fisis, wujud kapital tersebut adalah instrumen atau aset finansial.
            Pada umumnya kapital finansial adalah kapital yang dikuasai pemegang saham atau pemegang obligasi. Dengan konsep ini, laba atau kembalian atas kapital finansial akan timbul bila jumlah klaim finansial pada akhir periode melebihi melebihi jumlah rupiah klaim finansial pada awal periode (setelah pengaruh transaksi pemilik/penguasa klaim selama perioda dikeluarkan). Ini tidak terlalu kontroversi karena pengukurannya dalam bentuk satuan mata uang, satuan mata uang tersebut secara umum dijadikan tolak ukur daya beli.
Physical capital maintenance
            Kapital fisis lebih kontroversi dibanding dengan kapital finansial. Kapital fisis merupakan sumber ekonomik yang dikuasai oleh entitas yang dipandang atau dimaknai sebagai kapasitas produksi fisis (physical productive capacity) yaitu kemampuan menghasilkan barang dan jasa. Dengan konsep ini, kapital dapat dipertahankan kalau aset nonmoneter diukur atas dasar kos sekarang (current cost) atau kos pengganti (replacement cost) pada saat pengukuran. Selisih antara kos sekarang akhir dengan kos sekarang awal (atau kos historis) merupakan jumlah penyesuaian untuk mempertahankan kapital sehingga bagian tersebut tidak termasuk bagian dari laba. Disinilah muncul perdebatan karena kapital fisis bertujuan untuk mempertahankan produktifitas kapital dalam perusahaan, ini adalah sesuatu hal yang tidak mudah untuk di terjemahkan kedalam satuan mata uang.
            Untuk mempermudah pemahaman kita mengenai perbedaan dari financial capital maintenance dengan physical capital maintenance, berikut contoh perbedaan tersebut dalam bentuk angka:
Financial capital maintenance (Konsep pemeliharaan modal keuangan)
            Dalam penentuan laba berasumsi bahwa perusahaan memiliki laba hanya jika aktiva bersih perusahaan yang diukur dalam satuan uang (misalnya $, Rp) pada akhir periode melebihi nilai aktiva bersih awal periode setelah dikurangi transaksi dengan pemilik.

                                            Awal Periode     Akhir Periode

Total aktiva                              $ 510,000         $ 560,000

Total kewajiban                       $ 430,000          $ 390,000

Aktiva bersih (ekuitas pemilik) $ 80,000         $ 170,000

            Apabila tidak ada investasi baru dari pemilik atau pembagian laba kepada pemilik selama satu periode, maka laba yang terjadi $90,000. Angka ini merupakan peningkatan aktiva bersih. Namun jika dalam periode tersebut ada investasi baru dari pemilik $40,000 dan deviden $15,000 maka laba yang terjadi dihitung sebagai berikut:

Aktiva bersih, akhir periode                    $ 170,000

Perubahan (kenaikan) aktiva bersih         $   90,000

Dikurangi investasi oleh pemilik                  (40,000)

Ditambah dividend kepada pemilik             (15,000)

Laba yang terjadi                                         $ 65,000

Physical capital maintenance (Konsep pemeliharaan modal fisik)
            Konsep ini menganggap bahwa laba terjadi “hanya jika kapasitas produktif fisik perusahaan pada akhir periode melebihi awal periode setelah dikurangi transaksi dengan pemilik”. Dalam contoh diatas, jika nilai aktiva awal $80,000 meningkat di akhir $100,000 karena peningkatan harga maka laba yang tejadi tahun tersebut $45,000bukan $65,000.
            Dari contoh tersebut tampak bahwa terjadi perbedaan laba. Pada financial capital maintenance, laba yang terjadi menjadi lebih besar yaitu 65,000 sedangkan pada physical capital maintenance hanya sebesar 45,000. Perbedaan sebesar 20,000 terjadi karena pada physical capital maintenance perusahaan mempertahankan kapasitas produksi fisis mereka agar tidak turun karena adanya perubahan harga pada nilai aktiva awal mereka yang berdampak pada turunnya laba perusahaan.
            Untuk kapital finansial, untung atau rugi dari capital maintenance akan diperhitungkan dalam penentuan laba peruode sebagai untung terealisasi. Bila kapital fisis dianut, untung atau rugi penahanan tidak dimasukan sebagai komponen laba periode tetapi diberlakukan sebagai penyesuai ekuitas pemegang saham (capital adjustment). Dalam physical capital maintenance, kapital dapat dikatakan tetap atau dipertahankan jika perusahaan mampu mengganti seluruh asetnya dengan aset sejenis atau kalau perusahaan mampu mempertahankan kapasitasnya untu memproduksi barang dan jasa secara tetap atau sama dengan periode sebelumnya. Dari paparan yang telah disajikan diatas, telah nampak perbedaan dari financial capital maintenance dan physical capital maintenance. Financial capital maintenance lebih berusaha untuk mempertahankan nilai ekonomik dalam arti nilai tukar kapital. Di sisi lain, physical capital maintenance lebih berusaha untuk mempertahankan kapasitas produksi fisis.
            Perbedaan utama dari kedua konsep tersebut adalah pada physical capital maintenance, untung atau rugi penahanan tidak dimasukan sebagai komponen laba periode tetapi diberlakukan sebagai penyesuai ekuitas pemegang saham (capital adjustment). Ini berarti bahwa sebagian dari laba dikapitalisasi dan tidak dapat didistribusikan sebagai dividen karena perusahaan harus melakukan reinventasi untuk mempertahankan kapasitas produksi seperti sedia kala.
            Physical capital maintenance sebenarnya adalah sebuah konsep yang sangat bagus karena, dengan konsep ini perusahaan dapat terus mempertahankan kapasitas produksi seperti sedia kala walaupun terjadi inflasi maupun perubahan harga. Hal ini dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Akan tetapi masalah yang dihadapi oleh konsep ini hingga saat ini adalah belum adanya cara yang pas, metode yang tepat, maupun standarisasi dalam hal pengukuran atau penilaian kapital pada awal perioda dan akhir perioda. Jika dimasa yang akan datang hal ini dapat dipecahkan maka konsep ini akan sangat baik jika diterapkan.
            Jadi, selama belum ditemukan metode yang pas untuk mengukur atau menilai kapital pada awal perioda dan akhir perioda, maka konsep financial capital maintenance adalah konsep terbaik saat ini. FASB sendiri lebih mempertimbangkan konsep pemeliharaan modal dalam menilai laba, sebab konsep ini membebaskan akuntan dari tugas sulit dalam usaha mengukur kapasitas produktif.


EXIT PRICE
            Exit price kini merepresentasikan jumlah kas bagi asset yang dapat dijual atau kewwajiban yang dapat dibiayai kembali (refinance). Hal ini merupakan harga bisnis yang akan direalisasikan jika asset dijual dalam kondisi dipesan daripada paksaan liquiditas dan harga jual pada waktu pengukuran daripada harga jual masa mendatang yang disesuaikan (Belkaoi 1992, p286).
            Bersamaan dengan valuasi biaya penggantian, valuasi exit price berdasar income realisasi juga melengkapi prinsip realisasi pengakuan revenue. Keuntungan operasi diakui pada saat produksi dimana menahan keuntungan diakui pada waktu pembelian dan sesudahnya, ketika harga berubah daripada pada saat penjualan.
            Argumen exit price adalah konsep ini mengukur konsep ekonomi biaya opportunity i.e niai kas muncul dari penjualan asset sebagai kebalikan penggunaan asset sekarang. Hal ini adalah ekspresi pengorbanan ekonomi dari sebuah entitas yang diekspresikan dengan kemampuan entitas tersebut untuk menjalankan alternative barang dan jasa. Nilai-nilai ini bisa dikatakan relevan bagi pembuatan keputusan menyangkut apakah perusahaan-perusahaan harus melanjutkan untuk menggunakan atau menjual asset dan menginvestasikannya pada hal lain i.e. baik perusaan terus berjalan atau tidak.
            Exit price kini dikatakan juga menyediakan informasi yang relevan dan berguna bagi evaluasi adaptasi keuangan dan liquidditas perusahan. Semakin liquid perusahaan semakin bisa beradaptasi pula perusahaan terhadap perubahan kondisi ekonomi. Chambars (1966) mengkritik biaya historis sebagai “ Hanya sebuah masalah sederhana sejarah” dan hanya harga sekarang mempunyai hubungan dengan pilhan suatu tindakan. Ia berpendapat bahwa “tidak ada kesimpulan yang berguna yang dapat ditarik dari praktek masalalu yang mempunyai hubungan terhadap kapasitas sekarang untuk diperasionalkan dalam pasar” dan meniadakan biaya penggantian karena hal tersebut tidak merepresentasikan kapasitas untuk bekerja dipasar dengan kas untuk tujuan adaptasi dengan kondisi yang sekarang terjadi. Ia oleh karena itu mengajukan harga realisasi atau harga pasar sebagai “salah satu property financial yang secara seragam relevan dengan aksi pasar dimasa mendatang” (ibid p 91-2). Lebih jauh Stirlling (1968) mengemukakan exit value mengabaikan entitas yang invalid dan tidak penting sebagai going concern dengan kehidupan tanpa batas yang merupakan dasar model biaya pengganti. Faktanya model income realisasi mengasumsikan bahwa sebuah entitas akan mempunyai kehidupan tanpa batas dalam bentuk keberadaannya.
            Chamber (1962) juga berpendapat bahwa exit price kini menyediakan panduan yang lebih baik untuk evaluasi manajer dalam menjalankan fungsinya karena ia membentuk dasar kepuasan untuk menentukan penggunaan dan disposisi asset, yang dianggap sebagai dasar, dimana performance perusahaan dinilai.
            Cahmbers (1971) juga mengetengahkan bukti bahwa meskipun dalam praktek akuntansi, penggunaan nilai realisasi itu di praktekkan e.g dalam penilaian persediaan, prasyaratan pengungkapan hukum UK bagi revaluasi tanah dan harga pasar investasi. Demikianlah ia berpendapat bahwa model income realisasi adalah ekstensi logis dari praktek ini.
            Terakhir McKeown (1971) telah menunjukkan dalam studi kasusunya ‘perusahaan elektronik’ bahwa exit price dapat dijalankan untuk implementasi biaya dan tujuan (manipulasi risiko) serta estimasi akurat exit value. Exit price bisa lebih dimengerti dibanding dengan biaya penggantian sebagai nilai realisasi yang mudah untuk diinterpertasikan sebagai nilai pasar.
            Dilain pihak, Ijiri (1971) mengkritik biaya kini karena non-bahan tambahannya. Harga bisnis sebagai keseluruhan bukanlah penjumlahan contituen asset. Jika realisasi diprhitungkan maka nilai realisasi entitas seluruhnya (bersama dengan goodwill dan asset intangible lain yang tidak memilki nilai pemisah) lebih penting untuk diperhitungkan dibanding dengan komponen assetnya.
            Bell (1971) berpendapat bahwa exit value tidak usah diperhitungkan karena tidak memberikan informasi relevan untuk mengevaluasi performance melawan ekspektasi i.e melawan rencana operasional dan keputusan yang dibuat oleh manajemen. Rencana dan orang yang mengembangkan perencanaan harus di evaluasi pertama sebelum alternative masa mendatang (i.e opportunity cost) diperhitungkan. Semenjak biaya persediaan penjualan secara terus menerus disesuaikan dengan nilai realisasi, model gross profit-nya Profesor Chamber akan menjadi nol, dengan demikian hal tersebut tidak menunjukkan pekerjaan yang bagus dalam menenjukkan bagaimana perusahan bergerak dari status ekonominya dari awal sampai akhir tahun.
            Profesor Chamber “Current cash equivalent mengasumsikan bahwa sebuah perancanaan bisnis akan selalu menjadi satu memaksimalkan kas asset yang didapat dalam periode jangka pendek, seperti kedaaan perusahaan, tujuan dan cara pembelajarannya nampak tidak dapat dipraktekkan” menurut Bell (1971) bisnis yang sehat bisanya going concern dan tetap pada bisnis untuk waktu tertentu dan tidak secara terus menerus menaksir kembali pilihannya untuk keluar dari bisnsis, kita dapat sebut asumsi professor Chambe sebagai “the fallacy of timeless business exits” ketika bisnis berkomitmen pada usaha tertentu, ia akan memakan waktu sebelum rencana dan operasi tersebut membuahkan hasil. Tidak dapat berfikir terus-menerus untuk keluar padahal baru saja masuk.
SAZ KAUKES


Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking

Designed By VungTauZ.Com